Leave a comment

Makanan Yang Sebaiknya Dihindari Selama Menyusui

Pada dasarnya tidak ada jenis makanan tertentu yang harus benar-benar dihindari oleh ibu selama menyusui, karena setiap ibu dan bayi memiliki reaksi yang berbeda-beda. Yang terpenting, selama masa menyusui sebaiknya ibu mengkonsumsi makanan dalam jumlah gizi yang cukup agar dapat menghasilkan air susu yang baik untuk bayi. Namun tidak ada salahnya bila kita juga memperhatikan jenis makanan apa saja yang mungkin perlu dihindari selama menyusui.

Kadang-kadang bayi akan menjadi rewel atau sering mengeluarkan gas setelah kita makan makanan tertentu. Jika ini terjadi, perhatikan polanya, lalu hindari makanan tersebut selama beberapa hari. Untuk menguji apakah benar makanan tersebut penyebabnya, coba perkenalkan sekali lagi dan lihat apakah ada efek.

Umumnya para ibu merasa bahwa bayi mereka seringkali keberatan dengan beberapa jenis makanan berikut:

  • coklat dan rempah-rempah (seperti kayu manis, bawang putih, kari, atau cabai)
  • buah kiwi, buah jeruk dan berbagai jus jeruk, stroberi, dan nanas
  • sayuran yang mengandung gas (bawang, kubis, bawang putih, kembang kol, brokoli, ketimun, dan paprika), dan
  • buah-buahan dengan efek pencahar.

Tentunya efek ini berbeda-beda pada setiap bayi, sehingga kita perlu lebih memperhatikan jenis makanan apa yang mungkin tidak disukai oleh bayi kita.

Kafein. Sebaiknya kita juga membatasi konsumsi kafein. Bila hanya sedikit tidak menjadi masalah, namun terlalu banyak kafein dapat mengganggu tidur bayi dan membuatnya rewel. Perlu diingat bahwa kafein tidak hanya terdapat pada kopi, tapi juga pada beberapa jenis makanan/minuman lain seperti soda, teh, dan obat-obatan yang dijual bebas.

Alkohol. Bagi ibu yang mengkonsumsi minuman beralkohol juga perlu berhati-hati, karena lebih dari satu gelas alkohol membuat kadar alkohol dalam darah meningkat sehingga dapat menyebabkan alkohol masuk ke dalam air susu. Selain itu,  studi terbaru juga menunjukkan bahwa alkohol dapat mengurangi produksi susu pada ibu.

Makanan yang memungkinkan timbulnya alergi pada bayi. Jika bayi memiliki gejala-gejala alergi, selain kemungkinan disebabkan oleh kontak terhadap sesuatu yang ada di sekitarnya (seperti sabun, jamur, atau dari makanannya sendiri) namun bisa jadi merupakan reaksi terhadap makanan ibu yang masuk ke tubuh bayi melalui ASI. Alergi pada bayi yang disebabkan oleh makanan ibu, biasanya berasal dari sesuatu yang Anda makan 2-6 jam sebelum menyusui. Penyebab paling umum biasanya berasal dari berbagai produk dari susu sapi, diikuti kedelai, gandum, telur, kacang-kacangan, dan jagung atau sirup jagung.

Zat-zat aditif pada makanan. Sebisa mungkin hindari pula zat-zat aditif pada makanan, seperti MSG, bahan pengawet maupun bahan pewarna terutama dalam jumlah berlebihan.

Intinya, kita hanya perlu memperhatikan dan menghindari jenis makanan tertentu berdasarkan reaksi bayi kita terhadap ASI yang dia minum. Perlu diperhatikan, saat kita memutuskan untuk menghilangkan satu jenis makanan dari diet kita, mungkin kita perlu meminta saran ahli gizi untuk mengganti makanan tersebut dengan jenis makanan lainnya atau dengan mengkonsumsi suplemen gizi, sehingga tidak terjadi ketidakseimbangan gizi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: