Leave a comment

Cara Meningkatkan Produksi ASI

Akibat berkurangnya cairan tubuh, sebagian besar bayi kehilangan 5-10% beratnya dari berat lahir pada hari ketiga atau empat kehidupannya. Begitu susu transisional keluar, bayi akan mengalami kenaikan berat badan yang cukup. Bayi cukup ASI biasanya mendapatkan kembali berat badan lahir pada hari kesepuluh atau keempat belas.

Jika berat badan bayi tidak mengikuti pedoman di atas, bisa jadi karena bayi tidak mendapat cukup ASI. Anda mungkin tidak memproduksi cukup ASI dan perlu mencoba beberapa upaya untuk meningkatkan pasokan ASI. Namun, kadang-kadang masalah ini  bukan akibat produksi ASI yang tidak cukup, melainkan ketidakmampuan bayi untuk menghisap cukup ASI.

Jika pasokan ASI terasa kurang, Anda bisa mencoba hal-hal berikut:

1. Sebisa mungkin hindari penggunaan dot atau empeng. Seringkali para ibu memberikan ASI atau susu formula dengan menggunakan dot atau memakaikan empeng kepada si kecil agar tidak rewel. Tanpa disadari hal ini dapat membuat anak Anda jadi malas menyusu langsung dari payudara. Hal ini dikarenakan si kecil sudah terbiasa minum susu dari dot yang hanya menggunakan sedikit usaha : sedikit tekan, susu langsung keluar. Sedangkan ASI baru bisa keluar jika bayi menghisap dengan kuat seluruh areola yaitu bagian gelap di sekitar puting. Karena itu saat menyusui pastikan bayi tidak hanya menghisap bagian puting saja.

2. Semakin sering menyusui, semakin banyak ASI yang keluar. Sebaiknya hindari pemberian susu formula, karena setelah meminum susu formula, bayi akan merasa kekenyangan ketika anda akan memberikan ASI. Akibatnya, Anda menjadi semakin jarang menyusui. Semakin jarang Anda menyusui, semakin sedikit ASI yang diproduksi oleh tubuh Anda.

3. Perbanyak konsumsi buah dan sayuran.  Mengkonsumsi buah dan sayuran dapat membantu meningkatkan produksi ASI. Kacang hijau dan kurma juga termasuk jenis makanan yang diyakini dapat menambah produksi ASI ibu menyusui.

4. Rileks. Ibu harus tenang, santai, jangan tegang (stres) dan dalam suasana yang nyaman. Ketegangan dan kecemasan akan mengurangi produksi ASI. Dalam hal ini peran suami sangat diperlukan untuk mendukung istri. Perhatian dan dukungan dari suami membuat Anda tidak merasa sendirian membesarkan si buah hati.

5. Pemijatan payudara. Lakukan pemijatan ringan (massage) di sekitar payudara, kemudian kompres payudara dengan air hangat dan air dingin secara bergantian. Ini berguna untuk merangsang otot dan hormon di sekitar payudara sehingga ASI yang keluar dari payudara semakin banyak.

6. Jalani pola hidup sehat dan konsumsi makanan bergizi. Jika tubuh Anda sehat, maka kualitas ASI yang dihasilkan tubuh juga semakin baik. Karena itu, perbanyak konsumsi makanan bergizi agar kualitas dan produksi ASI tetap terjaga. Juga hindari merokok dan minuman beralkohol, karena rokok dan alkohol dapat mengurangi produksi ASI.

7. Pilih alat kontrasepsi yang tidak mempengaruhi produksi ASI. Beberapa jenis alat kontrasepsi mengandung hormon yang dapat mempengaruhi produksi ASI. Karena itu bagi ibu menyusui sebaiknya memilih jenis alat kontrasepsi yang tidak mempengaruhi produksi ASI dalam tubuh.

8. Konsultasikan pada Dokter. Jika segala cara telah dicoba namun tetap saja ASI yang Anda keluarkan tidak banyak, cobalah berkonsultasi pada dokter. Dokter mungkin dapat memberikan saran atau penyelesaian yang terbaik untuk Anda dan bayi Anda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: